Rabu, 09 September 2015

HIdup Mandiri: Mengawali Langkah Menuju Kedewasaan

"Beruntunglah bagi pasangan yang telah menikah dan mereka berdua memulai dari bawah. mensyukuri mobil mereka karena mereka pernah merasakan panas-hujan dengan sepeda motor. menyenangi spring bed baru mereka karena pernah merasakan tidur di atas kasur busa yang kecil. terharu dengan rumah pribadi mereka, karena dulu mereka pernah tinggal di sebuah kamar kos"

"Beruntung lah para pria yang memiliki wanita begitu mencintainya dan mendampingi saat-saat perjuangan menuju kehidupan yang lebih baik" 

Hari Ahad kemarin kami memutuskan untuk belajar hidup mandiri setelah sebelumnya tinggal bersama kedua orangtua dari suami. tidak ada masalah yang urgent, hanya ingin belajar menjalani bahtera rumahtangga yang sesungguhnya, mengatur dan memberikan solusi ketika terjadi goncangan maupun bada dalam mengarungi lika liku kehidupan.

Cepat atau lambat keputusan tersebut harus diambil sebagai bentuk awal langkah konkrit menuju pendewasaan pemikiran sebagai Ayah, Ibu, Suami, istri, maupun Anak. semakin lama terlena di bawah asuhan orangtua bisa meningkatkan kemalasan diri untuk berkembang dan kemauan untuk berusaha keras demi mewujudkan kesuksesan rumah tangga minim. namun dekat orangtua ada hikmahnya juga, selain memperdekat silaturrahim juga bisa saling memantau kondisi. semua kembali kepada hidu itu pilihan.

Aku bersyukur mendapatkan suami yang belum mapan, walau terkadang merasa iri dengan pasangan-pasangan yang telah mapan sebelum menikah. namun rumput tetangga tak selalu hijau, pasti ada badai lain yang mengiringi langkah mereka terdahulu. semuanya perlu proses, ada yang lama dan ada yang sebentar. dijalani, dinikmati, dan disyukuri apa yang dimiliki sekarang dengan kata Bismillah.

Mengapa tidak kontrak rumah? alasannya, karena saat ini sulit sekali mendapatkan rumah kontrakan yang sesuai. dan juga supaya penataan dan pembersihannya mudah jika di rumah kos. benar saja saat ini rumah dan kosan menjadi aset bahkan investasi yang bisa dikomersilkan dengan harga kurang lebih Rp. 350.000 per bulan, fasilitas ruang kosong, kamar mandi, dan ruang dapur yang pas, jadi tamunya di teras saja ya dekat jemuran hihi atau memakai kursi kasur Alhamdulillah. lumayaaan kan, semoga suatu saat mimpi jadi Ibu Kos terwujud Amin... ^_^

Ruang Utama Kasur beserta Modelnya ^_^
Seperangkat Almari dan Meja
Ruang utamanya 3 x 2 meter ukurannya, pas banget diisi dengan spring bed , almari, meja kerja, dan sebagan sisanya untuk shlat berjama'ah Alhamdulillah pas. karena memang barang-barang kami masih sebatas barang yang urgent saja.
Dapur dan Tempat Cuci Piring
Dapur minimalis tapi fungsinya maksimalis ehey, ada seperangkat kompor dan mejanya, gentong air bersih , rak piring mini, dan ruang untuk cuci piring. tempat untuk masak cukup satu orang saja, yang lain seksi menunggu diruang utama hihia.

Kamar Mandi
Terakhir kamar mandi. kata Ibuku, kebersihan seseorang bisa dilihat dari kebersihan dapur dan kamar mandinya, karena kedua tempat tersebut digunakan setiap hari dan gudangnya kotoran, jadi harus bersih. bersyukur kondisi kosannya bersih, jujur saja aku orangnya suka banget bersih tapi kadang kalau pas bersihbersih belum maksimal...yaaa, namanya juga baru, nanti kalau sudah lama dan terbiasa pasti bersih dan rapi.

okey Welcome to the real life Zaqia's Family, Have a long day be happy ^_^




Tidak ada komentar: