Tampilkan postingan dengan label Review film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review film. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juli 2015

Review Movie Turbo: Pelajaran dari Fastest Snail

Cover
"Man Jadda wa Jadda" kalimat tersebut memang menjadi jimat ampuh bagi siapapun yang fokus mengejar impiannya. impian itu ternyata tidak hanya dimiliki oleh manusia saja. jika bisa bicara, hewan dan tumbuhanpun memiliki impian masing-masing.

Salah satunya Theo (Turbo) seekor siput taman yang memiliki impian menjuarai balap mobil di Indianapolis 500 dan mengalahkan pembalap favoritnya "Guy Gagne". seluruh imajinasinya tertuju pada sirkuit balap mobil dengan kemegahan dan kemeriahannya. kebahagiaannya hanya satu, yaitu ketika bisa ngebut dengan sangat kencang. kita semua faham bahwa siput adalah binatang paling lambat di dunia, selain kura-kura yang biasanya berlomba dengan kelinci.

Theo dan saudaranya Chet tinggal di kebun tomat bersama teman-temannya. karena impiannya yang menyalahi takdir, dia mendapat ejekan dari semua teman-temannya, hingga keajaiban tak terduga atang, dia tidak sengaja meminum cairan Nitrogen Oksida (N2O) yang biasanya  berfungsi menambah kecepatan mobil. al hasil, seluruh organ tubuhnya mengalami perubaan dan dia memiliki kecepatan super untuk bergerak, memilik senter, klakson, dan music player persis seperti motor.

Berkat angka keberuntungannya 5 pada cangkangnya, dan dukungan teman-temannya Taco's and His Snail friend di Starlight Plaza, Turbo bisa menjuarai turnamen tersebut, tentunya dengan berbagai tantangan, terutama kecurangan Guy Gagne yang hampir menghilangan nyawa Turbo, namun di sisa kekuatannya Turbo masuk dalam cangkang dan menggelinding hingga ke garis finish.

Fastest Turbo
Meskipun Film ini animasi imajinatif, namun inspiratif dan bisa membangkitkan motivasi diri. Film ini tayang pada tahun 2013, diproduksi oleh Dreamwork Animation United States dan didistribusikan oleh 20th century fox merupakan film 3D animasi sport film digarap apik oleh David Soren sang pemilik ide. meskipun ditujukan untuk anakanak, namun film ini cocok untuk semua usia, tida ada unsur percintaan seperti yang banyak muncul dalam film animasi baru-baru ini dimana ada adegan ciuman yang tidak pantas dilihat anak-anak. animasi 3D-nya keren terutama keunikan teman-teman siput yang memiliki kekuatan masing-masing sesuai jenis cangkangnya.

Turbo and Friend
Menonton Film "Turbo" membuatku menyadari pentingnya arti fokus dan keyakinan meskipun orang-orang disekitarnya mengabaikan. Semangat juang Turbo patut ditiru hingga dia memenangkan kejuaraan dengan kekuatannya sendiri.

Quote:
"Tak ada mimpi yang terlalu besar, dan tak ada pemimpi yang terlalu kecil, jangan menyerah, siapapun memiliki kesempatan yang sama untuk meraih apa yang diinginkan"

Minggu, 14 Juni 2015

Review Movie Frozen: Cinta Meluluhkan Hati yang Beku

Sudah lama pengen nonton Animasi Frozen ini, namun baru kemarin sempat nonton, biasa Mama rempong sama anak, hmmm.

Walt Disney tidak pernah kehabisan ide untuk membuat animasi dengan cerita dan karakter yang unik hingga memikat hati anak-anak hingga dewasa untuk menontonnya. Film ini diadaptasi dari dongeng "The Snow queen" dengan karakter Puteri sebagai pemeran protagonis dengan pangeran tampan nan baik hati sebagai pendampingnya.

Film ini dirilis pada Bulan November 2013 lalu, animasi bersifat drama musical dengan lagu andalannya "Let it Go" dan "For the First Time in Forever". Frozen menceritakan tentang kisah kakak beradik Puteri Kerajaan Arendelle Elsa dan Anna dimana sang Kakak memiliki  sihir untuk merubah apapun menjadi es dan salju, indah namun tak dapat mengontrol kekuatannya. kemampuannya telah melukai tubuh sang Adik, sehingga orangtua mengisolasi kehidupan Elsa dan Elsa menutup diri dari Dunia luar karena takut melukai orang lain.


Setelah Ayah dan Ibunya meninggal karena badai di lautan, maka Elsa dipersiapkan menjadi Ratu Kerajaan Arendelle. saat penobatan terjadi sesuatu yang tak diharapkan, Elsa tidak dapat menahan emosinya dan mengeluarkan kekuatan sihirnya dan memberikan musim dingin yang panjang Kerajaan, kemudian Dia kabur ke bukit untuk mendirikan Istana Es dan merasa bebas dengan kekuatannya meskipun Dia belum mengetahui dampak buruk yang ditimbulkan.


Anna yang merasa bersalah atas semua kejadian itu, mencari sang Kakak bersama Kristof, Sven, dan manusia salju "Olaf" dan berharap Mereka bisa seperti dulu lagi bermain salju bersama dan menerima bagaimanapun keadaan kakaknya yang memiliki sihir menjadi saudara seutuhnya.


Pada umumnya sesuatu yang dingin itu menyejukkan, kita lebih suka musim dingin daripada musim panas bukan? namun tak selamanya dingin itu indah. dingin yang berlebihan mengakibatkan kebekuan. beku badan mungkin tidak masalah, namun apa yang terjadi jika hati kita yang beku? hmm.. dan Cinta serta asih sayanglah yang bisa meluluhkan dan memecahkan gunung es tersebut. pada akhirnya sihir itu bisa dikendalikan karena mendalamnya kasih sayang kakak beradik tersebut.

Chris Buck (Director film animasi Tarzan) dan Jennifer Lee (Screenwriterfilm animasi Wreck-it-Ralph) membuat Film ini dengan sempurna melalui dunia fantasi yang diciptakan seolah-olah nyata dipadukan dengan aransemen musik indah khas Christophe Beck (Music Composer film animasi pendekPaperman) semakin menambah pesona.

Film ini tergolong ringan dengan plot sederhana memudahkan penonton memahaminya, konflik juga tidak terlalu banyak jadi bagus untuk anak-anak. kekurangannya di sini justru adanya adegan ciuman yang dilakukan tokohnya. seolah-olah film animasi yang notabenenya ditonton anak-anak tidak ada batasannya dan jadi hal yang wajar. bahkan animasi "Rio" burung biru juga ada adegan tidak pantasnya jadi gagal image deh.


Jumat, 08 Mei 2015

Review Drakor: Doctor Stranger (Sentuhan-Pejamkan Mata-Tentukan)

credit
  Details:
Title: Dakteo Yibangin
Also known as: Doctor Foreigner / Dr. Stranger
Genre: Medical, melodrama, romance, action, political
Episodes: 20
Stasiun TV: SBS
Periode Penyiaran: 2014-May-05 to 2014-Jul-08
Sinopsis:  Seorang dokter bernama Park Chul terpaksa dibuang ke Utara dengan embel-embel menyelamatkan negara dari perang, padahal sebenarnya tidak, Ada permainan licik di dalamnya. Park Chul memiliki anak lelaki bernama Park Hoon yang ikut merasakan menderitanya hidup di Utara. Setelah kematian ayahnya, Hoon berhasil kembali ke negara asalnya, tapi dia terpaksa kehilangan Jae Hee wanita yang dicintainya, yang dia tahu masih ada di Utara. Hoon berusaha mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya agar bisa menemukan Jae Hee kembali.
Sementara seorang dokter lain bernama Han Jae Joon, juga menyimpan rahasia kelam tersendiri. Dia mempunyai niat menghancurkan RS Myung Woo sebagai pembalasan dendam. Tapi di sisi lain dia mulai mencintai putri pemilik RS Myung Woo yang bernama Oh Soo Hyun. Soo Hyun sendiri mulai menyadari bahwa cintanya bukan untuk Jae Joon, melainkan untuk Park Hoon. Dokter asing yang ternyata sangat membenci ayahnya, karena ayahnya lah yang membuat Hoon hidup menderita di Utara.

Review:
Hmm suka banget sama Drakor satu ini, awalnya dapat kompor dari adik cewekku, Richa "Lihat dah Neng, pasti Nagih". dalam hatiku Apa sih yang bikin Haliyu Wave gak addict? kayaknya gak ada deh menurutku, haha.

Mulailah aku menonton nih Drakor, awalnya bored banget lihat cerita terjebaknya Ayah Park Hoon (Lee Jong-Suk) untuk melakukan operasi jantung Petinggi Korea Utara dan baru diketahui kemudian bahwa mereka tidak akan bisa kembali ke Korea Selatan, karena bisa jadi awal kehancuran musuh-musuh Ayahnya terdahulu yang menganggap "Malpraktik" sebagai takdir atas komplikasi yang diderita pasien, karena dalam kamus mereka enggan untuk "meminta maaf". namun segalanya berubah setelah para dokter muda Park Hoon, Han Jae-Joon (Park Hae-Jin), Han Seung-Hee (Jo Se-Yeon), dan Oh Seo-Hyun (Kang So-Ra) di RS Myung Woo.

 Rumah Sakit tersebut menjadi saksi bisu tentang misi tersembunyi, cinta segitiga, pengorbanan, dan cinta sejati. misi balas dendam Dokter Han atas kematian Ayahnya karena malpraktik operasi jantung yang ditutup-tutupi oleh Direktur Rumah Sakit Oh Joon-Gyu tak lain ayah dari gadis yang dicintainya, Oh Seo-Hyun, maka terjadilah perang batin. Pertemuan cinta sejati antara Park Hoon dengan Song Jae-Hee/Han Seung-Hee diwarnai cinta segitiga dengan Oh Seo-Hyun dan peristiwa dramatis sebelum perpisahan akibat peluru masa lalu terulang kembali, namun Happy Ending jadi lega lihatnya.

Ceritanya seru tentang menyelesaikan tantangan untuk melakukan operasi antung dengan waktu yang cepat dan tepat penyembuhannya, meskipun Park Hoon sering dihalang-halangi namun misinya untuk menyelamatkan orang sakit sangat besar melebiha memenangkan kompetisi karena ingin bersatu dengan cinta sejatinya, yang bikin keren Dr. Park Hoon adalah Sentuhan tepat di Jantung untuk mengetahui kelainan jantung dari pasien, sehingga operasinya selalu tepat sasaran dan pasien selamat, Ah Taenita (melegakan). selain itu kisah menegangkan sekaligus mengharukan adalah ketika Dr. Park Hoon melakukan CPR melalui mulut dan menekan bagian dada pada jantung salah satu dari si kembar yang tiba-tiba berhenti berdetak. aksi Heroik tersebut bener-bener menakjubkan hingga detak jantun kembali normal. ada lagi saat melakukan Pelatihan Imajinasi Operasi Bedah yang dilakukan Park Hoon sebelum menuju ruang operasi, melakukan pembedahan tanpa mengeluarkan darah, look amazing about He can do it.
Aksi Heroik Park Hoon
Selain itu pemerannya suka banget, cantik dan cakep apalagi Lee Jog-Suk yang imut dan tinggi plus Kang So-Ra yang tambah cantik daripada saat WGM bersama Lee Teuk hehe, Mianhee. karakter masing-masing pemeran patut diacungi jemppol dah, hmm ini nih yang bikin Drakor itu addict, menurutku perfect dan totalitas dalam berperan.
Park Hoon
Han Jae-Joon
Han Seun-Hee
Oh Seo-Hyun
Seragamnya itu lho yang bikin waaah banget, mengupas dunia profesi memang menarik sekali, mengetahui tips dan cara untuk mencari solusi dari permasalahan yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Quote:
"Menyembuhkan orang sakit lebih penting daripada sebuah kompetisi yang berujung balas dendam"
"Dengan semangat keras, segalanya akan lancar dan berhasil sembari belajar"

Dua kutipan di atas mampu meluluhkan Dul Pari/itik (Julukan Oh Seo-Hyun oleh Park Hoon) yang hampir putus asa  karena posisi sebagai Asisten utama digantikan akibat ketidakmampuannya melakukan bedah jantung Norwood, namun semangatnya untuk melakukan dan belajar berhasil merubah image bahwa dia tidak hanya sebagai anak perempuan yang cantik dan manja, putri Direktur Rumah Sakit namun berkualitas secara keahlian.

Senin, 30 Maret 2015

Review Film: Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Pegang Teguh Komitmen

Cover
Membaca judulnya saja bisa ditebak pasti "Sad Ending" dan menguras air mata T_T. ini kali keduaku melihat Film yang diadopsi dari Buku Sastra "Buya Hamka" setelah sebelumnya "Di Bawah Lindungan Ka'bah" yang berujung haru namun alur ceritanya inspiratif dan seperti benar-benar nyata.

Film ini menceritakan tentang Zainuddin (Harjunot Ali), seorang pemuda Makassar yatim piatu yang ingin mendalami Agama di tanah minang-Padang, tanah kelahiran Ayahnya. namun apalah daya ternyata Adat begitu kuat dipegang hingga dia terusir hanya karena suatu alasan ketidakjelasan nasab dan melabuhkan hatinya pada Hayati (Pevita Pearce), Bunga Desa di Batipuh-Padang panjang.

Sebelum berpisah, Hayati telah mengikat dengan janji terikat sorban putih sebagai pengharapan besar bagi Zainuddin untuk menghalalkannya di masa yang akan datang, namun di tengah jalan Hayati tak mampu melawan adat istiadat hingga berkhianat dan berpaling kepada pemuda gagah nan kaya bernama Aziz (Reza Rahardian).

Hancurlah hati Zainuddin, disaat semua orang tak menganggapnya karena ketidakjelasan suku (Bugis-Minang) dan satu-satunya harapan berkhianat, dua bulan terbaring seperti orang mati suri. namun, berkat saran saudaranya yang bernama Muluk (Randy Danistha) akhirnya Dia bangkit dari keterpurukan dan hijrah ke Jawa untuk berjuang demi membuka lembaran baru. jalan berkarya melalui tulisan melahirkan karya yang di terima di masyarakat, suksespun diraih dan rodapun berada di atas.

Kondisi tersebut tak lama hingga jodoh mempertemukan Hayati dan Zainuddin kembali dalam perkumpulan warga minang di Surabaya dimana terdapat pertunjukan Opera "Teroesir" yang ditulis oleh "Z". terkejut pastinya. hingga Aziz mengalami bangkrut akibat judi dan mabuk, suami istri tersebut tinggal di ruang megah rumah Zainuddin.

Merasa bersalah akan masa lalu, Aziz ingin mengembalikan Hayati kepada Zainuddin, namun karena dendam terpendam, emosi, dan egois mengahntarkan zainuddin pada keputusan mengembalikan Hayati ke tanah kelahirannya Padang Panjang menggunakan kapal Van Der Wijck.

Menyesal selalu datang terlambat, tak disangka pertemuan tersebut adalah yang terakhir bagi mereka. Kapal terbaik milik Belanda itupun tenggelam saat melakukan perjalanan menuju Sumatera, saat hati kecil Zainuddin ingin kembali kepada Hayati atas surat mengharukan yang ditinggalkan, Selamat tinggal hayati.

Filmnya bagus banget dengan setting tahun 1930-an di mana Kepala Adat masih berkuasa dan hukum adat benar-benar dipegang teguh. banyak bahasa minang digunakan dalam film ini sehingga kita bisa menambah pengetahuan tentang multikultural Negeri ini. kemudian, hadirnya buku ini mampu menyatukan negeri ini, menghilangkan perbedaan dan kebencian, dan tercapainya keadilan. 

Quote:
"Tidak ada kebahagiaan terbesar melainkan kebahagiaan karena cinta".

"Kisah cinta Zainuddin dan Hayati dalam Buku Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck adalah kisah kebangkitan seorang Zainuddin yang jatuh berkali-kali namun memilih untuk bangkit."

Identitas Film:
Sutradara         : Sunil Soraya
Produser          : Ram Soraya, Sunil Soraya
Skenario          : Donny Dhirgantoro, Imam Tantowi
Buku               : Berdasarkan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Hamka
Pemeran          : Pevita Pearce, Herjunot Ali, Reza Rahadian, Randy Nidji
Tanggal rilis    : 19 Desember 2013, 11 September 2014 (versi extended)
Durasi             :165 menit, 210 menit (versi extended)
Negara Bendera: Indonesia Indonesia
Bahasa            : Indonesia, Minang, Makassar, Melayu, Jawa

Sabtu, 14 Maret 2015

Review Film: LUCY, Dahsyatnya Efek CPH4 bagi Otak

credit
Director      : Luc Besson
Writer         : Luc Besson
Stars           : Scarlett Johansson, Morgan Freeman, Analeigh Tipton
Companies : Universal Studios

Hmm...lama ndak lihat film sejak Aku ingin konsisten ngeblog, tapi kemarin entahlah pengen menghibur diri karena sempat terkena writer block dan akhirnya kupilih film "LUCY" yang sudah lama nangkring di flashdisk.

Awal-awal ceritanya gak nyambung bin mbuletisasi, biasa film Barat kebanyakan ceritanya tak terduga. lha tiba-tiba ada monyet lagi minum di sungai dengan prolog "Hidup dianugerahkan pada kita 10 juta tahun yang lalu, apa yang telah kita lakukan dengan kehidupan itu?", kemudian ada pasangan yang bertemu untuk transaksi sesuatu di depan Hotel. tapi pusing itu hanya sebentar, kemudian ceritanya seru untuk ditonton.

Film Barat Action ber-genre sci-fi ini menceritakan tentang Lucy (Scarlett Johansson), seorang Mahasiswi yang dijebak oleh pacar dua minggunya bernama Richard untuk memberikan koper berisi barang ilegal kepada kepala Gangster narkoba, Mr.Jang dari Korea di Hotel tempat mereka bertemu. tak kuasa mengelak meskipun takut, terpaksa Lucy masuk ke lubang ikan paus dengan tangan terborgol, dan akhirnya Richardpun terbunuh.

Lucy menjadi korban  uji coba penyelundupan narkoba berbahaya, bentuknya serbuk biru dengan jenis CPH4. operasi ilegal Lucy dan ketiga temannya dimaksudkan untuk mengirimkan narkoba tersebut ke berbagai negara di Eropa, yaitu Berlin, Paris, dan Roma untuk dijual. namun dalam perjalanan, jahitan perutnya terbuka dan serbuk narkobanya bocor, sehingga terjadi perubahan drastis pada dirinya, kapasitas otaknya mampu meningkat hingga 100%.

Kemampuan otaknya saat meningkat menjadi 10% (bisa merasakan aliran darah, desiran angin yang menggiyangkan daun, aliran air pada batang, dan apapun itu), kemudian meningkat menjadi 28 % (mampu membaca pikiran dan apa yang terjadi pada manusia, mengendalikan jaringan komunikasi telepon, radio, televisi, tak merasakan sakit dan takut, hasrat tidak ada, dan lain-lain) hmm padahal baru 28 % ya, hingga Dia bertemu Professor Samuel Norman peneliti kapasitas otak dan syaraf manusia untuk mendiskusikan tentang apa yang Dia alami dan menjelaskan jika kapasitas otaknya 100% maka jelas terbukalah domino untuk mengkolonisasi otaknya, maka Professor menyarankan untuk menyebarkan semua pengetahuan yang dimiliki.

Kemudian Lucy dibantu Kapten Del Rio bersama timnya berhasil mengumpulkan keseluruhan narkoba dan memberantas gangster narkoba tersebut, tentunya baku tembak dan aksi berdarah tak terelakkan. sedangkan jawaban dari kejadian aneh yang menimpa Lucy, setelah keseluruhan serbuk dimasukkan ke dalam tubuhnya, hidupnya berakhir. dia melebur bersama komputer, alam dan waktu yang mengendalikan perjalanan hidup, jadi flashdisk.

Sekilas Film ini mirip Resident Evil ya, di mana seseorang mendapatkan kekuatan super setelah disuntik cairan atau serbuk kimia. tapi Film ini sangat bagus, banyak pengetahuan tentang sains yang bisa dipelajari, terutama memaksimalkan kerja otak. entahlah di dunia orang secerdas BJ. Habibie mungkin baru 10% saja memanfaatkan otaknya, hmm seandainya Aku ya hehe 15% saja Happy ^_^.  tapi perlu diketahui juga tidak ada yang sempurna di dunia dan ada yang maha Sempurna.

Film ini juga mengajarkan bahwa semua yang berlebihan itu tidak baik, seperti halnya CPH4 memberikan dampak meningkatkan kapasitas otak hingga 100% yang tentunya akan menimbulkan kekacauan dan ketidakstabilan.

Quote: 

waktu adalah kesatuan unit ukur yang sejati, waktu memberikan bukti akan keberadaan materi, tanpa waktu kita tidak akan ernah ada. By Lucy before lost

  • CPH4 versi sintesisnya: wanita hamil memproduksi CPH4 saat mengandung selama enam minggu dalam jumlah yang sangat kecil, bagi janinnya mengandung kekuatan setara bom atom, memberi kekuatan pada janin untuk membentuk seluruh tulangnya.