Sabtu, 04 Oktober 2014

MARI HIJAUKAN SEKOLAH KITA DENGAN GREEN DOCTRINE

www.google.com
 Oleh: Zaqia Nur Fajarini, S.Pd           
                                                         
 Saat ini “head line” news dipenuhi dengan berbagai informasi bencana yang terjadi di belahan bumi Indonesia. Sungguh ironis di negara yang dijuluki “Ijo royo-royo” dan “Gemah ripah loh jinawe” menjadi Negara yang dilanda bencana secara beruntut, mulai dari bencana banjir, tanah longsor, gempa, tsunami, gunung meletus, dan lain sebagainya hanya dalam kurun waktu satu minggu. Berbicara tentang lingkungan, pasti yang terlintas dalam pikiran kita adalah keadaan yang bersih, sejuk, dan indah. Lingkungan melingkupi berbagai tempat, mulai dari yang terkecil (lingkungan rumah) hingga yang terbesar (lingkungan sekolah, negara, dan dunia).

 Manusia sebagai “Khalifah” dan makhluk Tuhan paling sempurna, memiliki tugas dan peranan penting terhadap masa depan lingkungan, yaitu merawat dan menjaga kelestarian lingkungan, serta tidak melakukan kerusakan di bumi demi terciptanya kehidupan yang bersih dan sehat, karena baik tidaknya kondisi bumi sangat ditentukan oleh manusia itu sendiri. Ketidakpedulian manusia terhadap lingkungan akan berdampak pada mereka sendiri. Tidak hanya kerusakan alam saja yang terjadi, namun harta dan nyawa juga berbagai penyakit yang ditimbulkan sebagai akibat dari adanya pemanasan global sangat merugikan.

Pemanasan global merupakan masalah yang belum dapat diatasi hingga sekarang. Salah satu faktor penyebab pemanasan global seperti polusi udara dari asap kendaraan dan pabrik, semakin berkurangnya tumbuhan sebagai penyerap utama air karena tergantikan oleh gedung-gedung yang menjulang tinggi oleh pihak-pihak yang hanya mengutamakan kepentingan pribadinya, sehingga diperlukan solusi untuk mengatasinya sedini mungkin dan dimulai dari lingkungan yang paling kecil sebelum terlambat. Bersih dan tidaknya lingkungan akan sangat menentukan “nasib” bumi dan makhluk hidup ke depannya, mulai dari kesehatan, pendidikan, pangan, dan lain-lain. Masyarakat dapat menikmati kehidupan yang sehat, baik, sejuk, indah dan asri jika menyadari dan peduli terhadap lingkungannya.

Berbagai upaya dan himbauan telah dilakukan baik dari Pemerintah dan Lembaga yang bergerak di bidang lingkungan, tetapi belum dapat merubah masyarakat untuk hidup sehat dan menyayangi lingkungannya. Untuk itu apabila cara lisan dan tulisan sudah tidak di hirauakan, maka kita harus memakai cara pemaksaan untuk berbuat sesuatu kepada lingkungan.

Kesadaran akan peduli lingkungan harus diterapkan sejak usia dini (pelajar) hingga dewasa. Mengingat pelajar merupakan aset bangsa, agen perubahan bangsa, dan dambaan setiap orang tua, maka akan lebih mudah menerapkan peduli dan sadar untuk mencintai lingkungan pada setiap siswa. Oleh karena itu, solusi yang tepat untuk mencegah pemanasan global adalah dengan menerapkan Green Doctrin pada setiap siswa di setiap sekolah seluruh Indonesia.

 Green Doctrin sendiri dapat diartikan sebagai pemberian paksaan atau doktrin kepada masyarakat untuk sama-sama melakukan penghijauan dan perbaikan terhadap alam yang sudah semakin memprihatinkan kondisinya dan Pendidikan merupakan lembaga yang strategis untuk merubah keadaan lingkungan saat ini. Melalui doktrin yang diberikan oleh guru atau kepala sekolah kepada para siswanya, siswa akan melaksanakannya meskipun berawal dari paksaan, namun apabila suatu saat akan menjadi suatu kebiasaan positif. Jika siswa tersebut menaati apa yang diperintahkan oleh gurunya, yaitu menanam dan merawat tumbuhan di sekolah, maka ia akan mendapat penghargaan atau minimal acungan jempol. Tetapi jika mereka melanggar atau tidak menaati, ia akan mendapat hukuman yang sesuai dengan ketentuan yang berhubungan dengan lingkungan.

 Setelah anak tersebut mendapat doktrin dari gurunya, ia akan menyampaikan doktrin tersebut pada orang tuanya sekaligus melakukan perubahan pada skala kecil kedua, yaitu lingkungan keluarga. Orang tua pasti akan menuruti apa yang diinginkan anaknya. Sekolah dapat bekerjasama dengan tim Unit Kesehatan Siswa (UKS) Sekolah dan wali murid tentang kegiatan Green Doctrine tersebut. Setelah menjalankan doktrin di dua skala lingkungan kecil, yaitu sekolah dan rumah, maka mereka (anak dan orang tuanya) “menularkan” doktrin tersebut pada lingkungan sekitarnya (tetangga). Dan jika ada orang yang membuang sampah sembarangan, seorang anak akan mengambilnya dengan tujuan menyadarkan orang lain secara tidak langsung.

Kebiasaan yang dilakukan oleh anak tersebut tidak hanya menyadarkan orang-orang dewasa, tapi akan dibawa terus sampai mereka beranjak dewasa, sehingga terciptalah negara Indonesia yang bersih, rapi, sejuk dan indah. Sehingga perlu untuk ditekankan bahwa bahaya pemanasan global sedang mengancam kehidupan makhluk hidup. Jika tak segera dicegah, dampaknya bukan hanya besar, tapi akan sangat sulit untuk dihindari. Apabila program tersebut dapat dilaksanakan bahkan menjadi program utama sekolah, maka kondisi alam akan semakin hijau dan sedikit demi sedikit kerusakan alam dapat diminimalisir.


Tidak ada komentar: