Sabtu, 25 Oktober 2014

Daluman-Herbal yang mulai terlupakan


Daluman di Halaman Rumah



Musim panas begini emang paling seger ya minum es, apapun itu mau es teh, es teler, es buah, jus, bisa juga es batu, hehey, dll. Bali panas banget atau semua rata ya panasnya? yang jelas status-status yang beredar di dunia maya dan sosmed itu bukan status nikah (eits emang bukan musim nikah hehe) tapi status kepanasan akibat Global Warming .

Daluman? What ? Jujur aku baru faham nama tanaman ini semenjak tinggal di Negara, Bali dan ternyata ada di halaman rumah mertuaku. Menurutku nama tanaman itu cincau hijau karena waktu kuliah di Malang, es cincau itu termasuk minuman favoritku di siang hari. setelah berdebat tentang nama tanaman pada gambar di atas, akhirnya kutemukan artikelnya.

Daluman (Cylea barbata myres) nama lainnya adalah cincau (camcau, juju, dan kepleng) dan sudah terkenal di Bali sejak zaman Jepang. Tanaman ini tumbuh merambat dengan diameter batang yang kecil, panjang atau tingginya bisa mencapai belasan meter, kulit batangnya kasap, dan daunnya berbentuk perisai, warna daunnya hijau pucat dengan permukaan agak berbulu, tapi ada juga yang permukaannya mengkilap.

Proses pembuatannya gampang banget lho: daun daluman dicuci bersih kemudian derams-remas hingga berair atau berbusa kental, kemudian disaring dan dipadatkan. jangan lupa untuk memeras santan dan dicampuri daun pandan, kemudian gula merah dicairkan dengan cara dipanaskan. tinggal penyajiannya sesuai selera plus ditambah es batu malah mantab banget.

Sejujurnya ini pengalamanku mengolah es sendiri, ternya lebih puas daripada membeli ya. Namun seiring perkembangann zaman yang semakin instan, herbal daluman mulai tersisihkan berganti dengan minuman-minuman dingin yang banyak tersedia di toko-toko terdekat. Padahal, jika kita analisis kandungan pengawet dari  minuman cepat saji lebih menakutkan terhadap tubuh terutama yang mengandung pewarna buatan daripada herbal daluman ini.

Mari kita kembali ke herbal alami nan menyegarkan, jika kita masih sayang terhadap tubuh kita,  yang penasaran monggo mampir ke rumah nanti kubuatin deg, insyAllah *_*

Referensi: www.infokulinerbali.com/2013/02/es-daluman-si-cincau-hijau-kuliner-khas.html?m=1

3 komentar:

Nurul Fitri Fatkhani mengatakan...

Es cincau buatan sendiri lebih aman ya. Lebih sehat, bersih dan yang terpenting tanpa bahan pengawet. Aman untuk dikonsumsi sekeluarga nih... :)

Anonim mengatakan...

Aku pernah coba bikin tapi kok rasanya agak pahit,apa karena terlalu pekat ya? sekalian dong mbak dengan perbardingan air dan cincau nya,supaya pas dan ga ragu-ragu takut kalo pahit.

zaqiamomfafa.com mengatakan...

mbk @Nurul Fitri Betooool n yg penting meskipun agak ribet tpi bikinnya cepet *_*

@Anonim kalo daluman ini g da yg pahit, n g da takaran yang jelas,mirip peras santan gtu. stelah dihancurin daunnya tambahin air n klo uda 3 perasan air ya sudah matang. rasanya tawar tpi dtambah santan n gula merah cair dah mantab.
variasinya bisa kelapanya dipanggang dlu baru dijadikan santan aromanya..hmmmm yummi