Selasa, 31 Maret 2015

Tips Memilih Sepeda untuk Anak di bawah Satu Tahun

Sepeda Baru Fafa
Berawal saat stroller harus dikembalikan kepada yang punya, memelaslah wajah si Fafa karena berarti dia harus merelakan apa yang sudah menjadi kendaraannya sehari-hari saat pagi dan sore apalagi setelah mandi kalau tidak jalan pasti marah, Al hasil mbah kung harus menggendong saat jalan-jalan, kasihaan.

Setelah berbagai pertimbangan, Aku dan suami sempat berpikir membeli kereta tapi nanggung bingitz cause usia Fafa udah 9 bulan dan udah trantanan. fungsi kereta hanya untuk jalaln-jalan dan makan saja.hmm..

Akhirnya berbagai pihak menyarankan untuk membeli sepeda roda tiga saja. Kami selaku orangtua girang banget bisa memberikan yang terbaru buat anak, karena sebelum-sebelumnya (stroller and baby walker) dapetnya lungsuran hehe.

Saking hebohnya "Tragedi Membeli Mainan" terulang kembali T_T akibat grusak grusuk dan kecerobohan Mamanya,hmmm.  Fafa menangis tidak mau naik sepeda barunya gara-gara lagu yang ada di badan Boneka Rusa, lemaslah Aku. tapi seiring berjalannya waktu dia mau naik sepeda asalkan baterai diambil.

Selang beberapa hari, ada tetangga yang juga membelikan anaknya sepeda dengan merk berbeda dan lagu yang lebih berfariasi namun lembut,,Fafa suka dan joged-joged,tambah nyesel kuadrat dech Aku. fafa emang unik juga haha, mau tukar tambah sepedanya tapi maluuu dung..

Baiklah, supaya Ibu-ibu, Mama-mama, Bunda, Umik, dan lain-lain tidak kecewa membelikan sepeda untuk anak tercinta, yuk mari disimak:
  1. Ajak anak untuk memilih langsung. Fafa tambah besar dan berat tentunya, sehingga kemaren tidak sempat mengajaknya untuk memilih sendiri. penting sekali mengajak si anak supaya sesuai selera dan keinginan.
  2. Sharing. bertanya kepada tetangga atau orang lain yang telah membeli terlebih dahulu untuk menemukan toko, model sepeda, kualitas, dan harga yang pas dengan kriteria kita.
  3. Jangan terpengaruh Merk. ternyata merk tidak menentukan keberhasilan orangtua membelikan sepeda baru. semua kembali kepada selera anak, baik mengenai modelnya. warnanya, koleksi lagunya, dan lain-lain.
  4. Survey dan Bandingkan lagu. penting banget karena lagu adalah ikon untuk sepeda roda tiga terutama bagi anak usia di bawah satu tahun. pilih dan pilah sebelum menentukan. bagi anak yang tipenya bukan penakut seperti Fafa its okey pilih apa aja. Bagi yang anaknya spesial penakut terhadap suara keras melengking (suka kaget), wajib membandingkan nada dan jumlah lagunya.
Bukankah hati tenang ketika apa yang kita berikan kepada anak menjadi hal yang bermanfaat dan mendatangkan kegemberiaan serta keceriaan di wajahnya? ke depannya nggak lagi dech jatuh ke lubang yang ketiga hahahay...

Senin, 30 Maret 2015

Review Film: Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Pegang Teguh Komitmen

Cover
Membaca judulnya saja bisa ditebak pasti "Sad Ending" dan menguras air mata T_T. ini kali keduaku melihat Film yang diadopsi dari Buku Sastra "Buya Hamka" setelah sebelumnya "Di Bawah Lindungan Ka'bah" yang berujung haru namun alur ceritanya inspiratif dan seperti benar-benar nyata.

Film ini menceritakan tentang Zainuddin (Harjunot Ali), seorang pemuda Makassar yatim piatu yang ingin mendalami Agama di tanah minang-Padang, tanah kelahiran Ayahnya. namun apalah daya ternyata Adat begitu kuat dipegang hingga dia terusir hanya karena suatu alasan ketidakjelasan nasab dan melabuhkan hatinya pada Hayati (Pevita Pearce), Bunga Desa di Batipuh-Padang panjang.

Sebelum berpisah, Hayati telah mengikat dengan janji terikat sorban putih sebagai pengharapan besar bagi Zainuddin untuk menghalalkannya di masa yang akan datang, namun di tengah jalan Hayati tak mampu melawan adat istiadat hingga berkhianat dan berpaling kepada pemuda gagah nan kaya bernama Aziz (Reza Rahardian).

Hancurlah hati Zainuddin, disaat semua orang tak menganggapnya karena ketidakjelasan suku (Bugis-Minang) dan satu-satunya harapan berkhianat, dua bulan terbaring seperti orang mati suri. namun, berkat saran saudaranya yang bernama Muluk (Randy Danistha) akhirnya Dia bangkit dari keterpurukan dan hijrah ke Jawa untuk berjuang demi membuka lembaran baru. jalan berkarya melalui tulisan melahirkan karya yang di terima di masyarakat, suksespun diraih dan rodapun berada di atas.

Kondisi tersebut tak lama hingga jodoh mempertemukan Hayati dan Zainuddin kembali dalam perkumpulan warga minang di Surabaya dimana terdapat pertunjukan Opera "Teroesir" yang ditulis oleh "Z". terkejut pastinya. hingga Aziz mengalami bangkrut akibat judi dan mabuk, suami istri tersebut tinggal di ruang megah rumah Zainuddin.

Merasa bersalah akan masa lalu, Aziz ingin mengembalikan Hayati kepada Zainuddin, namun karena dendam terpendam, emosi, dan egois mengahntarkan zainuddin pada keputusan mengembalikan Hayati ke tanah kelahirannya Padang Panjang menggunakan kapal Van Der Wijck.

Menyesal selalu datang terlambat, tak disangka pertemuan tersebut adalah yang terakhir bagi mereka. Kapal terbaik milik Belanda itupun tenggelam saat melakukan perjalanan menuju Sumatera, saat hati kecil Zainuddin ingin kembali kepada Hayati atas surat mengharukan yang ditinggalkan, Selamat tinggal hayati.

Filmnya bagus banget dengan setting tahun 1930-an di mana Kepala Adat masih berkuasa dan hukum adat benar-benar dipegang teguh. banyak bahasa minang digunakan dalam film ini sehingga kita bisa menambah pengetahuan tentang multikultural Negeri ini. kemudian, hadirnya buku ini mampu menyatukan negeri ini, menghilangkan perbedaan dan kebencian, dan tercapainya keadilan. 

Quote:
"Tidak ada kebahagiaan terbesar melainkan kebahagiaan karena cinta".

"Kisah cinta Zainuddin dan Hayati dalam Buku Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck adalah kisah kebangkitan seorang Zainuddin yang jatuh berkali-kali namun memilih untuk bangkit."

Identitas Film:
Sutradara         : Sunil Soraya
Produser          : Ram Soraya, Sunil Soraya
Skenario          : Donny Dhirgantoro, Imam Tantowi
Buku               : Berdasarkan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Hamka
Pemeran          : Pevita Pearce, Herjunot Ali, Reza Rahadian, Randy Nidji
Tanggal rilis    : 19 Desember 2013, 11 September 2014 (versi extended)
Durasi             :165 menit, 210 menit (versi extended)
Negara Bendera: Indonesia Indonesia
Bahasa            : Indonesia, Minang, Makassar, Melayu, Jawa

Minggu, 29 Maret 2015

English Friday: #12 Bus and Motorcycle are Good Choise

 
By Bus Okey
Sorry late post :-(...cause I have accident, its about my grandmather was pass away so I must go Java Island and I didn't bring my laptop.

Okey, English Friday for this week is about Your Means of Transport

Well,  I will tell you about kinds of transport which usually I used. since Senior High School motorcycle very comfortable and peaceful when  go to anywhere, really.
But, after I have tragedy who snatches purses/jewelry four years ago, I got trauma if using motorcycle although sometime unchanged this transport.

2013. I was move to Papua Island and I flied, thats so scared for me cause this is my first time. and than rode with hylux car with dangerous square pass mountain side about nine hour, last road we must go by boat as long as six hour.

2014, I came back to Java Island cause my pregnancy. transportation in Papua very difficult and we can go anywhere by plane or boat, and we choose go by Labobar Ship. 

Overall, from  many kinds means of transportation. I used bus and motorcycle, why? in the bus I can sleept or rest at the time, and enjoy the landscape. by motorcycle, I can arrive on time even less stuck road, stop anywhere for the rest.

Okey, How about you friend ???